Jakarta, DPP Central Analisa Strategis (CAS) menggelar acara Workshop “tema membedah Program Strategi Pemerintah,Makan Bergizi Gratis, bertempat di gedung Perpustakaan Nasional Jakarta pusat, Jum’at,(24/01/2025).
Hadir dalam acara workshop ini.Ketum BKNDI, Isra A.Sanaky, Muhammad Syahril Ketua Pembina DPP CAS, Maulana Maududi Ketum DPP CAS, M.Rusli Zamzammi Said Sekjen DPP CAS, Dr.dr. Ulla Nuchrawaty, Cut Emma Mutia Rana Dewi, Serta Perwakilan dari PT. Bogasari.
Pembina CAS Muhammad Syahrir dalam sambutan pembukanya mengatakan ” Berdasarkan referensi buku yang Saya baca, dimana daerah yang dekat dengan sumber pangan pasti cerdas. Seperti di Daerah Sulsel ada sumber air namanya sungai Walanae, begitu juga di Jawa memproduksi orang cerdas, yakni Jogja dan Solo, disitu ada sungai Bengawan solo, kata Syahrir.
Jadi terkait program pemerintah terjawab sudah yakni jangan berharap rakyatnya cerdas kalau ketersediaan pangan dan gizi tidak tercukupi. Jadi pertanyaan ini nanti akan di jawab oleh para pembicara, kata Syahrir diakhir sambutannya sekaligus membuka workshop.
Dr.dr Ulla sebagai narasumber dalam pengantarnya mengatakan “Indonesia sebagai negara yang amat subur dengan letak geografis yang sangat strategis, seharusnya tidak menjadi kendala atas ketersediaan pangan nasional, Kehidupan masyarakat yang masih memegang kultur sebagai masyarakat agraris (petani dan nelayan) merupakan asset yang sangat bernilai tinggi, ujar Dr. Ulla.
Lebih lanjut Ulla sampaikan, Penduduk Indonesia sebagai Sumber Daya Utama dan terutama dalam pembangunan bangsa merupakan bagian yang sangat penting dan strategis. Setiap negara yang maju dan berdaulat sangat ditentukan oleh tingkat pendidikan dan status sosial serta tingkat kesejahteraan rakyatnya.
Ditambahkannya Pembangunan Sumber Daya Manusia sangat ditentukan oleh peran dan fungsi pemerintah serta political will dalam membentuk dan menghasilkan karakter, mental dan spiritual seseorang.
Sumber terbesar DPP CAS adalah pemikiran tentang bagaimana membedah program strategis pemerintah, melalui Makan Gizi Gratis (IMBG) menuju Indonesia Emas perlu dikawal dan jangan berhenti GASPOOLLLLL !!! Tutup Dr. Ulla.
Ketum Badan Koordinasi Nasional Desa Indonesia (BKNDI) Isra A.Sanaky dalam paparannya menjelaskan Makan Bergizi ini program kesediaan yang sangat luar biasa, kita tidak bisa memandang Makan Bergizinya, karena efek jangka panjangnya itu cukup besar manfaatnya.
Karena Makan Bergizi itu, ada beberapa tahapan, tapi saya masuk ke Makan Bergizi dulu. Yang pertama, yang membutuhkan gizi itu kan anak TK, SD, SMP, SMA. Kemudian yang kedua, Ibu-Ibu hamil.
Saya kemarin baru dapat koordinasi dengan Bupati Kabupaten Bogor, baru selesai kemarin sore dapat koordinasi kita, termasuk Ibu-Ibu hamil yang memang kurang vitamin, kurang asupan gizi, jadi anak kadang lahir tidak sempurna. Kemudian orang tua yang sudah lansia , itu pun butuh asupan Makan Bergizi. Jadi pandangan kita Makan Bergizi itu sekalian, kenapa kita mentrial dari SD dulu, baru TK. Kita ke SMP-nya belum, SMA-nya belum. Memang nasi satu porsi Rp15.000 itu bagi anak-anak di kota-kota besar, mungkin bagi dia tidak terlalu penting.
Tapi di desa-desa, karena kekurangan gizi itu terutama di desa-desa. Kita sampai menemukan, begitu dikasih makan, anak itu nangis, kemudian dia makan sedikit, sisanya dibungkus. Dia bungkus, baru dia bilang, kenapa makannya tidak habis? Katanya belum pernah makan semewah ini di rumah. Ingat mama katanya, ingat adik di rumah.
Kenapa tidak bisa makan? Kalau di rumah telur satu digoreng, dipotong jadi empat sama nasi, makan itu. Sementara, makan bergizi yang kami matrialkan tadi, itu dengan harga Rp15.000.
BKNDI kami punya 10 dapur mandiri.
10 dapur mandiri. Pendanaan kami sendiri juga. Kami punya seribu konsorsium di seluruh Indonesia. Tapi protapnya konsep BGN, Badan Gizi Nasional, yang kami pakai. Ujar Isra.
Sekali-kali saya undang bagaimana lihat bercerita anak-anak sekolah ini. Memang kalau cerita di depan, anak enak.
Tapi kalau buktikan di depan, hati itu tidak tega. Pasti nangis. Karena anak-anak itu tidak pernah makan enak.
Kita belum masuk dari sisi ekonominya dan seterusnya. Saya kira itu makan Bergizi sangat penting, dan ini sudah dibuktikan oleh beberapa negara besar. Dia berkembang, generasinya berkembang karena makan bergizi.
Insyaallah Indonesia ke depan seperti itu kita berharap. Makan bergizi, kita juga punya supplier telur kita siapkan, supplier sayur kita siapkan, beras kita siapkan, semua kita siapkan. Untuk men-trial makan bergizi.
Pak Presiden Prabowo, memerintahkan Badan gizi dan seluruh kementerian untuk terlibat dalam makan bergizi sampai alokasi anggaran 5% setiap kementerian itu dialokasikan untuk makan bergizi. Jadi bukan Badan gizi saja, termasuk kemarin pemda-pemda juga, Kompeten Pokok mengalokasikan 70 miliar untuk makan bergizi.
kembali lagi kepada pembedahan, membedah program strategi pemerintah ini. Saya jawabnya ini sangat penting, sangat penting bagi saya, pribadi saya, ini sangat penting.tutup nya.
Pembicara ketiga Cut Emma Mutia Ratna Dewi selalu pengusaha UMKM dalam paparannya mengatakan kami sangat mendukung program presiden Prabowo dengan makan bergizi yang dinilainya sebagai bentuk perhatian pemerintah memberikan asupan gizi kepada generasi muda yang diharapkan akan menjadi generasi yang cerdas tidak kekurangan gizi. Ujar tokoh UMKM ini.
Cut Emma berharap agar ada kemitraan antara pelaku program makan bergizi dengan pelaku UMKM misalnya untuk suplayer bahan makanan, dan pakeging, kita berharap ada peningkatan kesejahteraan juga kepada pelaku UMKM dengan dilibatkannya dalam program ini, harapnya.
