• Sun. Dec 4th, 2022

www.jakarta-tv. com

JJ Budiman, SH : Pelaku Penculikan Kliennya Harus di Proses Hukum

Byadmin

Oct 10, 2022

Jakarta-tv. com- JJ Budiman, SH Kuasa Hukum Faisal  Amin Rusli (51), korban yang diculik dan disekap oleh beberapa orang pada Kamis, 5 Oktober 2022 meminta agar pelakunya harus di proses hukum, ujar Budiman kepada awak media di Jakarta, (10/10).

Budiman mengatakan, Faisal Amin Rusli  diduga di culik oleh  komplotan preman suruhan atau bayaran seseorang. Terduga pelaku penculikan sebanyak sembilan orang dengan inisial EA alias DDY, ST, alias Awin, MMT alias Marsel, JIM alias Jhon, J alias Juli, AM alias Ady, F, S, YIF alias Yohanes.

Foto : Faisal Amin Rusli

Faisal di culik dari rumah makan Soto Bangkong yang berada di Jakarta Selatan pada tanggal 5 Oktober 2022 lalu di bawa dan di sekap dalam sebuah hotel di kawasan Mangga Dua, Jakarta barat selama dua hari, bahkan dia diancam akan dikarungi, ujar Johannes Juman Budiman, SH selaku Kuasa Hukum Faisal Amin Rusli kepada media ini usai bertemu dengan penyidik di Polda Metro Jaya (10/10/2022).

Lebih lanjut, Budiman  menceritakan kronologis kejadian penculikan kliennya. Awalnya pada saat kliennya  berada di salah satu rumah makan di kawasan Jakarta Selatan, kemudian Kliennya didatangi dan di bawa ke sebuah hotel di kawasan Jakarta Barat lalu disekap, kemudian  kliennya dibawa lagi  ke sebuah mall di kawasan Jakarta Utara, disitu kliennya dipermalukan didepan umum dan di kata-katai dengan perkataan kasar oleh para pelaku.

Bahkan untuk melaksanakan Sholat lima waktu dan Shalat Jumat tidak dijinkan menurut pengakuan kliennya, dan dia juga diancam akan dikarungin, ujar Budiman menirukan perkataan kliennya. Setelah dua hari disekap, kliennya dapat  menghubungi anaknya bernama Muhammad Rafly Yusuf Faisal yang  langsung membuat  laporan ke Polda Metro Jaya dengan nomor LP/B/5115/X/2022/SPKT/POLDA METRO JAYA, tanggal 7 Oktober 2022. Tim Resmob Polda Metro Jaya setelah menerima laporan langsung bertindak ke TKP  membebaskan kliennya dan menangkap para pelaku dan menahannya.

Saya berencana akan melaporkan ke PAMINAL memintakan agar kasus ini diproses tuntas sampai ke Pengadilan, ini pekerjaan Premanisme dan Debt kolektor  yang sangat dilarang oleh KAPOLRI, makanya kami selaku Kuasa Hukum beranggapan  terlalu prematur kalau diselesaikan secara damai apalagi sampai para pelaku dilepaskan. Ini merupakan tindak pidana MURNI  karena para pelaku ditangkap oleh tim Resmob ditempat kejadian perkara dan dibawa ke Polda Metro Jaya serta di tahan, papar Budiman.

Kami selaku  KUASA HUKUM berharap agar  para pelaku tetap  ditahan dalam sel  POLDA METRO JAYA agar proses hukumnya tetap berjalan dan para  tersangkanya  dalam tahanan Polda Metro Jaya, sesuai tindak pidana penculikan  sebagaimana di atur dalam pasal 333 KUHP,  bahkan menurut Budiman pelaku lainnya juga dapat dikenakan pasal 55 ayat 1 dan 2 serta pasal 56 KUHP. Selain itu, hotel tempat penyekapan harus dibuat police line, Apapun persoalan antara kliennya dengan otak pelaku seharusnya  diselesaikan secara hukum baik di Polisi maupun Pengadilan, bukan dengan cara-cara premanisme, pungkas Budiman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *