• Fri. Jul 17th, 2026

www.jakarta-tv. com

Milad ke-28 PBB: Yuri Kemal Fadlullah Tegaskan Komitmen Kawal Pemerintahan Prabowo dan Tegakkan Konstitusi

Byadmin

Jul 17, 2026

Jakarta, Partai Bulan Bintang (PBB) memperingati hari jadinya yang ke-28 dengan menggelar rangkaian kegiatan yang meliputi pembekalan anggota legislatif PBB dari seluruh Indonesia, Rapat Kerja Nasional (Rakernas), serta pelantikan kepengurusan baru Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PBB dilaksanakan di hotel Borobudur Jakarya, Jumat (17/07/2026)

Acara dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional, antara Lain, prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, Wakil Ketua DPR RI Prof. Dr. Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nazaruddin Umar, M.A., Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Prof. Otto Hasibuan, perwakilan partai politik sahabat, anggota DPR RI Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri dari PDI Perjuangan, Fahri Bachmid selaku Wakil Ketua Dewan Pertimbangan PBB, perwakilan Ketua partai, serta jajaran pengurus DPP, DPW, dan kader Partai Bulan Bintang dari berbagai daerah.

Dalam sambutannya, plt Ketua Umum DPP PBB Yuri Kemal Fadlullah, SH, MH, menyampaikan rasa syukur atas perjalanan panjang partai yang kini memasuki usia ke-28 tahun. Menurutnya, peringatan tahun ini menjadi momentum istimewa karena bertepatan dengan tiga agenda strategis yang akan menentukan arah perjuangan PBB ke depan.

“Momentum ini bukan sekadar perayaan ulang tahun partai, tetapi juga menjadi awal konsolidasi organisasi melalui pembekalan anggota legislatif, Rakernas, serta pelantikan kepengurusan baru dengan semangat Bersatu, Bergerak, Menang,” ujarnya.

Yuri mengenang bahwa PBB didirikan tepat pada 17 Juli 1998 di pelataran Masjid Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Menurutnya, pemilihan lokasi tersebut bukanlah sebuah kebetulan, melainkan simbol bahwa perjuangan politik PBB dibangun di atas nilai-nilai moral, integritas, dan pengabdian kepada bangsa.

Ia menegaskan bahwa PBB merupakan penerus semangat perjuangan politik Masyumi yang telah melahirkan banyak pemikir, intelektual, dan negarawan besar Indonesia seperti Mohammad Natsir dan Sjafruddin Prawiranegara.

“Warisan itu bukan hanya menjadi cerita masa lalu, tetapi hidup dalam kader-kader PBB hingga hari ini. Kami ingin menerjemahkan nilai-nilai perjuangan tersebut menjadi kerja nyata bagi bangsa dan negara,” katanya.

Dalam pidatonya, Yuri juga menyoroti kontribusi sejumlah tokoh PBB yang pernah mengemban jabatan penting di tingkat nasional, termasuk dirinya yang kini dipercaya sebagai Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan. Ia juga mengenang almarhum Abdurrahman Saleh yang pernah menjabat Jaksa Agung Republik Indonesia.

Mengenai arah politik nasional, Yuri menegaskan bahwa PBB merupakan salah satu partai yang sejak awal memberikan dukungan kepada pasangan Prabowo Subianto dalam Pemilihan Presiden. Dukungan tersebut, katanya, didasarkan pada keyakinan terhadap visi kepemimpinan Prabowo dalam membangun Indonesia.

“Komitmen kami tidak berhenti pada saat pemilihan presiden. PBB akan terus menjadi bagian dari kekuatan yang mengawal jalannya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto demi kepentingan bangsa, tegaknya konstitusi, serta penghormatan terhadap demokrasi dan pilihan rakyat,” tegasnya.

Menurut Yuri, kebersamaan PBB dengan pemerintahan Presiden Prabowo bukan semata-mata soal kepentingan politik, melainkan bentuk tanggung jawab untuk memastikan cita-cita Indonesia maju dapat diwujudkan melalui pemerintahan yang kuat, demokratis, dan berlandaskan konstitusi.

Peringatan Milad ke-28 PBB menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penegasan komitmen partai untuk terus berkontribusi dalam pembangunan nasional, menjaga demokrasi, serta memperjuangkan kepentingan rakyat melalui jalur konstitusional.

Penasehat dan Ketua Dewan Pertimbangan Partai PBB Prof Yusril Ihza Mahendra Dalam kesempatan tersebut, menyampaikan rasa syukur atas pelantikan pengurus baru PBB yang telah mengucapkan ikrar untuk meneruskan perjuangan partai.
“Kepada seluruh pengurus yang baru dilantik, lanjutkan perjuangan ini. Jangan pernah berhenti melangkah dan jangan kehilangan idealisme di tengah tantangan zaman yang semakin berat,” pesannya.

Ia menegaskan bahwa perjuangan politik tidak boleh semata-mata berorientasi pada kekuasaan maupun kepentingan material, melainkan harus dilandasi iman, etika, dan cita-cita luhur bangsa.
“Berpolitik harus berdasarkan iman, berdasarkan etika, dan berdasarkan nilai-nilai yang tinggi. Sebagai partai yang berasaskan Islam, PBB harus mengambil sebanyak-banyaknya ajaran Islam, terutama nilai-nilai etika yang universal, penghormatan terhadap kemajemukan masyarakat, serta menegakkan keadilan bagi diri sendiri maupun bagi orang lain,” katanya.

Yusril juga menyinggung hubungan antara agama dan politik dengan mengutip pemikiran seorang tokoh Kristen dari Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga, Prof. Dr. T.B. Simatupang? (dalam pidato disebut seorang profesor melalui buku Iman Kristen dan Politik), yang menyatakan bahwa gereja dapat dipisahkan dari negara, namun iman tidak mungkin dipisahkan dari politik karena iman membimbing perilaku seseorang dalam kehidupan, termasuk dalam aktivitas politik.

Menurutnya, pandangan tersebut menunjukkan bahwa nilai-nilai agama merupakan sumber etika yang harus mewarnai praktik politik di Indonesia.
Ia menambahkan bahwa sila pertama Pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa, menjadi landasan moral bagi seluruh pemeluk agama untuk bersama-sama membangun bangsa.

“Kita memiliki tugas yang sama untuk bekerja bahu-membahu menyelesaikan persoalan-persoalan besar yang dihadapi bangsa dan negara. Karena itu, kita terbuka untuk bekerja sama dengan siapa pun yang memiliki niat baik demi kepentingan Indonesia,” tuturnya.

Menutup pidatonya, Yusril mengajak seluruh kader PBB untuk terus belajar dari para tokoh bangsa, menjaga persatuan, serta memperkuat kontribusi partai dalam membangun Indonesia yang demokratis, adil, dan berkeadaban.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *