Jakarta, Ketua Umum Pengurus Besar Serikat Tani Islam Indonesia (PB STII) Fathurahman Mahfudz, Biru, MM bersama Dato Seri Shamsul Iskandar Mohd. Akin mantan Kepala Staf PM Malaysia menjadi pembicara inti dalam Sesi diskusi batch I bertajuk “ASEAN Under Watch: Menjaga Stabilitas Asia Tenggara 2030”.
Diskusi yang berlangsung di pada di Gedung Menara Da’wah Lt. 2, Jalan Kramat Raya No. 45, Jakarta Pusat pada Jumat, (29/5/2026) dihadiri sejumlah pengurus inti STII dan awak media.
Kegiatan yang berlangsung pukul 15.00–16.30 WIB tersebut menghadirkan tokoh nasional dan regional untuk membahas tantangan geopolitik, keamanan kawasan, ketahanan ekonomi, pangan, hingga stabilitas Asia Tenggara di tengah dinamika global yang terus berkembang.
Acara dibuka dengan sambutan Ketua Umum PB STII, Fathurrahman Mahfudz, BIRK, MM. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya menjaga persatuan dan memperkuat hubungan antarnegara ASEAN demi menghadapi tantangan global ke depan.
“Indonesia harus terus memainkan peran strategis sebagai negara besar di ASEAN dengan tetap menjalankan politik luar negeri bebas dan aktif. Stabilitas kawasan Asia Tenggara menjadi tanggung jawab bersama demi menjaga keamanan, ekonomi, dan masa depan generasi mendatang,” ujar Fathurrahman Mahfudz.
Forum ini dipandu oleh moderator Hilman Ismail Mataroum, SE, yang mengarahkan jalannya diskusi secara dinamis dan interaktif dengan berbagai isu aktual kawasan.
Dato Seri Shamsul Iskandar Mohd Akin, mantan Kepala Kantor Staf Perdana Menteri Malaysia, dalam paparannya menyampaikan bahwa negara-negara ASEAN harus memperkuat solidaritas regional di tengah meningkatnya tensi geopolitik internasional.
ASEAN saat ini berada dalam posisi yang sangat strategis dan menjadi perhatian dunia internasional dalam menjaga perdamaian kawasan.
“ASEAN harus terus memperkuat kerja sama regional, menjaga komunikasi antarnegara, serta memperkuat ketahanan ekonomi dan pangan agar kawasan Asia Tenggara tetap stabil dan tidak mudah terdampak konflik global,” ujarnya.
Diskusi ini juga menyoroti berbagai perkembangan geopolitik di kawasan, termasuk dinamika yang terjadi di Myanmar, Thailand, dan Kamboja, serta pentingnya kewaspadaan terhadap dampak pergeseran politik dan ekonomi global terhadap negara-negara ASEAN.
Berbagi permasalahan terkait antisipasi dan strategi yang harus di antisipasi oleh kedua negara disampaikan dato Seri Shamsul yang berharap kedua pemimpin yang merupakan sahabat ini dapat mengantisipasi perkembangan global akibat perang AS vs Iran.
PB STII berharap forum ini dapat menjadi ruang dialog strategis untuk mempererat hubungan Indonesia-Malaysia serta memperkuat kontribusi ASEAN dalam menjaga stabilitas, perdamaian, dan kesejahteraan kawasan menuju tahun 2030.
