• Mon. Mar 16th, 2026

www.jakarta-tv. com

“Rekonstruksi Kasus Medi di Cibaliung Ungkap Fakta Mengejutkan: Tak Ada Pengeroyokan, Hanya Aksi Pembunuhan Tunggal yang dilakukan oleh pelaku Duwo

Byadmin

Dec 11, 2025

Pandeglang 10 Desember 2025.

Rekonstruksi kasus pembacokan yang menewaskan Medi kembali digelar pada Selasa (09/12/2025). Alih-alih memberikan titik terang, proses rekonstruksi tersebut justru memperlihatkan semakin banyak kejanggalan yang memicu kekecewaan mendalam dari keluarga korban, para saksi, serta penasihat hukum.

Camelia Ecclesia Tan, S.E., S.H., penasihat hukum keluarga Medi dari Lawfirm Phoebe, menegaskan bahwa jalannya rekonstruksi hari ini tidak mencerminkan fakta sebenarnya dan tidak selaras dengan keterangan pelaku pada pemeriksaan sebelumnya.

“Pelaku pernah menyatakan bahwa kejadian ini melibatkan pengeroyokan. Namun dalam rekonstruksi hari ini, tidak ada satu pun adegan yang menggambarkan adanya pengeroyokan. Semuanya justru menggambarkan tindakan pembunuhan yang dilakukan oleh satu orang yaitu pelaku sendiri (Duwo) terhadap Almarhum Medi dan dua korban lainnya. Jadi faktanya sudah dapat dilihat di acara rekonstruksi ,” tegas Camelia.

Inkonsistensi tersebut, menurutnya, semakin memperkuat dugaan bahwa pelaku tidak memberikan keterangan jujur sejak awal ( banyak kebohongan).

Camelia juga menyoroti hilangnya informasi penting terkait kendaraan yang diduga digunakan pelaku untuk melarikan diri.
“Saksi mata jelas melihat pelaku Duwo dijemput menggunakan mobil merah jenis Ayla setelah membunuh Medi. Tetapi dalam rekonstruksi, tidak ada keterangan mengenai mobil apa, siapa pemiliknya, maupun siapa yang menjemput. Ini menunjukkan adanya fakta yang disembunyikan,” lanjutnya.

Kejanggalan besar hilangnya adegan informasi soal mobil merah yang menjemput Duwo pada pagi hari sekitar jam 5.30, menurut Camelia dapat mengarah pada dugaan keterlibatan pihak lain.

“Jika fakta-fakta ini dibuka apa adanya, sangat mungkin akan terungkap siapa sebenarnya dalang pembunuhan ini. Indikasi perencanaan sangat kuat. Ini tidak tampak sebagai kejadian spontan,” ujarnya.

Para saksi yang hadir pun menyatakan kekecewaan serupa. Banyak dari keterangan mereka yang tidak dituangkan dalam adegan rekonstruksi, sehingga memunculkan pertanyaan besar mengenai objektivitas dan transparansi proses yang dilakukan penyidik.

Atas berbagai kejanggalan tersebut, Camelia Ecclesia Tan menegaskan akan segera mengajukan surat keberatan resmi terhadap hasil rekonstruksi.

“Kami akan segera menyampaikan surat keberatan. Keadilan bagi almarhum Medi tidak boleh dikaburkan. Proses ini harus dilakukan secara profesional dan transparan,” tegasnya.

Kasus pembunuhan Medi di Cibaliung terus menjadi perhatian publik. Keluarga korban berharap Polri, Kompolnas, dan lembaga pengawas lainnya ikut mengawal setiap perkembangan agar tidak ada fakta yang ditutupi.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *