• Sat. May 2nd, 2026

www.jakarta-tv. com

“Pengakuan Pelaku Tak Sesuai Fakta: Saksi Sekaligus Korban Lainnya Yang Masih Hidup Ungkap Detik-detik Pembunuhan”

Byadmin

Nov 3, 2025

Pandeglang,Kasus pembacokan yang menewaskan pengusaha sawit bernama Aang Humaedi (Medi) masih menyita perhatian publik. Pelaku utama, Duo, kini telah menyerahkan diri kepada pihak kepolisian setelah sempat membuat geger warga dengan aksi kejamnya.

Saksi sekaligus korban selamat, M. Nadi Hidayat (Nedi), memberikan kesaksian di hadapan pengacara korban,ia membeberkan kronologi lengkap peristiwa berdarah yang berawal dari teguran sopan terhadap sopir sawit hingga berujung maut kepada tim pengacara yang mendampinginya,(2/11) 2025)

Menurut Nadi, peristiwa itu bermula ketika Aep Sapullah (Eep) menegur seorang sopir truk sawit yang belum diketahui identitasnya. “Saat itu Aep hanya bertanya dengan sopan, ‘Mang, ini sawit dari blok C bukan?’ Sopir itu menjawab, ‘Iya,’” ujar Nadi di hadapan pengacara korban.

Tak lama kemudian, pelaku Duo datang dengan nada tinggi dan langsung menanyakan siapa yang telah memarahi sopirnya. Medi dengan tenang menjawab bahwa tidak ada yang memarahi, hanya menanyakan asal sawit. Namun penjelasan itu justru membuat pelaku naik pitam. “Tanpa banyak bicara, Duo langsung mencabut golok dari pinggangnya dan menyerang Medi,” lanjut Nadi.

Pada serangan pertama, Medi mengalami luka di tangan dengan ibu jari dan telunjuk putus akibat tebasan golok. Melihat kejadian itu, Nadi berusaha melerai, namun justru menjadi sasaran berikutnya. “Golok Duo mengarah ke paha saya, tapi mengenai HP yang ada di saku depan saya, lalu pelaku langsung membacok bagian telapak kaki saya saat hendak berlari,” ungkap Nadi dengan nada bergetar.

Sementara itu, Aep yang juga mencoba menghentikan pertikaian ikut dibacok hingga luka parah di bagian tangan dan wajah. Melihat Medi sudah bersimbah darah, Nadi berusaha menyeretnya ke tempat gelap untuk mencari pertolongan. Namun sebelum sempat pergi jauh, ia terjatuh dan terus dikejar oleh Duo. “Saat itu Medi sempat berteriak ‘awas Nad!’, dan teriakan itu justru membuat Duo mengetahui tempat persembunyian Medi. Duo langsung mendatangi Medi dan membacoknya kembali hingga terkapar tak berdaya,” jelas Nadi.

Akibat serangan brutal tersebut, Aang Humaedi (Medi) meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara Nadi dan Aep mengalami luka serius dan kini masih menjalani perawatan medis.

Kini setelah pelaku Duo menyerahkan diri, pihak keluarga korban berharap hukum ditegakkan seadil-adilnya. “Kami berharap pelaku dijatuhi hukuman seumur hidup, bahkan hukuman mati. Karena menurut kami ini bukan spontanitas, tapi murni pembunuhan berencana,” tegas salah satu keluarga korban.

Kasus pembacokan yang terjadi di Kampung Rancasadang desa cikalong, Kecamatan Cibitung, Pandeglang pada Senin (27/10/2025) dengan Pelaku yang diketahui bernama Tarmudin alias Duwo telah menewaskan Aang Humaedi dan juga dua korban lainnya mengalami luka berat akibat luka bacok yakni M. Nadi Hidayat,Aep Saepullah yang kini sudah mendapatkan perawatan kesehatan.

Pihak kepolisian Polres Pandeglang saat ini masih terus melakukan penyelidikan dan pemeriksaan intensif terhadap pelaku untuk mengungkap motif pembacokan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *