Jakarta, Lebih dari 2000 umat Budha menghadiri puncak acara Imlek bersama di Wihara Ekayana Arama, Jl.Mangga Duri 8 Duri Kepa, Jakarta Barat, Minggu, (22 Februari 2026).
Acara ini diawali dengan pembacaan paritta singkat, diikuti dengan Talkshow Dharma Special Imlek yang menampilkan Y. M. Biksu Nyanaprathama Mahasthawira, Y. M. Biksu Nyanabhadra Sthawira, dan Febrian Temansjah.
Dalam talkshow tersebut, ketiga pembicara membahas bagaimana umat Buddha dapat menjemput peruntungan di tahun Kuda Api dengan menerapkan Buddha Dharma dalam kehidupan sehari-hari.
Bhante Nyanaprathama menekankan pentingnya menanam karma baik untuk mengundang keberuntungan, serta peran meditasi dan doa dalam meningkatkan keberuntungan.
Bhante Nyanaprathama menegaskan bahwa suatu keberuntungan yang utama adalah kita berbakti kepada orang tua terutama di dalam rumah tangga yang menganggap bahwa orang tua adalah buddha tidak akan berubah makanya kita harus memulai tahun baru dengan benar-benar bagaimana supaya orang tua kita merasa bahagia damai dan penuh keberuntungan.
Lebih lanjut di katanya, dengan kehadiran kita di dalam anak yang disebut berbakti adalah anak yang selalu berusaha menjaga jiwa dan raganya kalau jasmani ada masalah orang tua akan riset kalau punya kepribadian yang kurang tepat, kurang baik itu akan membuat orang tua malu, maka sebagai anak yang berbakti maka kita mesti menjaga baik perilaku kita, etika kita maupun kesehatan kita. Ujarnya.
Oleh karena itu kalau kita mampu bahkan seperti itu kita tidak berani untuk sembarangan melakukan segala sesuatu karena kita tahu bahwa apapun dan kita lakukan apapun yang kita perbuat apapun yang kita pikirkan itu akan berhubungan terutama dengan orang tua kita.
Selanjutnya adalah kita sendiri harus benar-benar menjaga perilaku dengan baik maka keberuntungan secara otomatis akan menyertai. Pungkasnya.
Bhante Nyanabhadra menekankan pentingnya mindfulness atau hidup berkesadaran untuk fokus dan menikmati proses.
Sementara itu, Febrian Temansjah menyampaikan bahwa untuk meningkatkan keberuntungan dan kesuksesan, kita perlu memahami diri sendiri dengan baik. Ia menjelaskan bahwa mindset, mental, dan sikap adalah kunci untuk memiliki kepercayaan diri dan mengambil kesempatan.
Dengan memiliki kepercayaan diri, kita dapat mengambil risiko yang tepat dan meningkatkan peluang kesuksesan. Bapak Febrian juga memberikan tips dan strategi untuk mengembangkan mindset yang positif, meningkatkan mental yang kuat, dan memiliki sikap yang baik dalam menghadapi tantangan.
Puncak Imlek Bersama ini dipimpin oleh belasan Anggota Sangha Wihara Ekayana Arama yang memasuki Baktisala. Umat kemudian memanjatkan doa dan tekad Imlek, mengucap syukur atas berkah, kebaikan, dan kemudahan sepanjang tahun lalu, serta berdoa untuk terus menjalankan ajaran Buddha.
Umat juga bernamaskara kepada Anggota Sangha sebagai wujud rasa syukur dan terima kasih, serta pai nien dengan harapan semoga Anggota Sangha selalu diliputi kebijaksanaan dan semangat cinta kasih.
Y. A. B. Dharmavimala Mahathera, Wakil Kepala Wihara, menyampaikan wejangan Imlek dan mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek. Beliau mengapresiasi antusiasme umat dan berpesan agar para umat selalu bersemangat dalam mengembangkan agama Buddha,
Rangkaian perayaan Imlek di Wihara Ekayana Arama telah dimulai sejak 28 Januari dengan penyalaan pelita Imlek, dilanjutkan dengan ritual perayaan Tahun Baru Imlek pada tanggal 17 Februari, dan Kong Fo Cai Tien pada tanggal 21 Februari. Mari kita yakini di tahun Kuda Api, kita semua selalu diberkahi dengan kesehatan, kebahagiaan, dan semangat cinta kasih.

Bhante Nyanagupta Sthavira kepada awak media mengatakan ” Perayaan Imlek hari ini sudah kami persiapan dari beberapa bulan lalu, agenda Imlek setiap tahun selalu kita rayakan dari upacara keagamaan, konser kebudayaan bagi umat yang belum sempat merayakan Imlek bersama.
Imlek adalah semangat kebersamaan, Semangat silaturahmi, semangat memulai tahun baru, semoga di tahun ini kondisi masing-masing kita dapat harmonis dan bahagia dan akan berefek pada kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih harmonis, lebih damai dan lebih bahagia, harapnya.
