• Mon. Mar 16th, 2026

www.jakarta-tv. com

Camelia dan Raynaldo Yakin Ada Dalang Pembunuhan Aang Humaedi (Medi) Yang Terjadi Di Perkebunan Kelapa Sawit di Desa Cibaliung, Pandeglang.

Byadmin

Nov 22, 2025

Jakarta, Camelia dan Raynaldo dari Phobe Law Firm, Jakarta, selaku penasehat hukum keluarga almarhum Aang Humaedi (Medi) yakin ada otak dibalik pembunuhan yang menyuruh pelaku bernama Tarmudin alias Duwo yang kini sudah ditahan pihak kepolisian Polres Pandeglang.

Pernyataan tersebut disampaikan Camelia dan Raynaldo dalam perbincangan podcast jakarta-tv.com yang dipandu Lemens Kodongan selalu host, di salah satu restoran di kawasan Rawasari, Jakarta Pusat, Jumat, (21/11/2025).

Pada mulanya permasalahan itu terjadi saat pelaku Tarmudin alias Duwo dengan supirnya mengambil sawit. Sementara korban Medi dengan teman-teman itu memang selalu berada di lokasi tersebut karena mereka sehari-harinya bekerja mengelola sawit yang ada dilokasi perkebunan yang berada di Desa Cibaliung, kec.Cibitung, Kabupaten Pandeglang, Ujar Camelia mulai menceritakan kronologis kejadian.

Saat itu, ujar Camelia, sebanyak enam orang pekerja sawit diantaranya Aang Humaedi (Medi), Aep Saifullah, Nadi Hidayat, mereka sedang bekerja, lalu datang seorang sopir truk yang juga memuat kelapa sawit disekitaran situ. Sopir truk sawit yang belum diketahui identitasnya di tegur oleh Aep Saifullah yang bertanya dengan nada sopan, Mang, ini sawit dari blok C bukan? Sopir itu menjawab, Iya,’ ujar Camelia mengutip pernyataan saksi Nadi kepadanya di Pandeglang beberapa hari lalu.

Si supir ini kan diam saja. Tidak lama kemudian, mungkin supir ini mengambil handphone, dan dia menghubungi WA DUWO. Tidak lama kemudian Duwo datang. Langsung marah-marah dengan goloknya itu sudah digantung disisi dadanya, Normalnya kan kalau tidak ada apa-apa kan biasa dipinggang. Kata Camelia.

Tapi itu di leher, kemudian Duwo langsung negor, siapa yang melarang supir saya mengambil sawit di sini? Kata Medi, tidak ada yang melarang, kami hanya bertanya, apakah ini sawit diambil dari blok mana? Terus Duwo jawab ya terserah saya, saya mau bagaimana, ujar Duwo mengutip pernyataan saksi Eep.

Kemudian korban Medi mengatakan kepada Duwo ” “maksudnya kalau memang mau main sawit, ya sama-sama. Karena kan ini juga punya warga yang ada di sini. Terus si pelakunya bilang, terus maunya apa? Dia kayak nantangin. Gitu ucap Camelia mengutip Kata Eep.

Kami tidak mau apa-apa, kami hanya ingin baik-baik aja kalau memang mau sama-sama ngelola. Seperti itu kan. Kemudian datang satu orang rekan Medi untuk melerai, karena dilihatnya suasana sudah mulai panas.

Aep berkata kepada Duwo, sudah jangan kayak gini, jangan didebatin, kalau memang mau sama-sama, terserah saja. maunya bagaimana. Kemudian Duwo berkata kepada Aep, diam lho, banyak bacot.

Lalu Duwo membacok Medi, pada serangan pertama Medi mengalami luka di tangan dengan ibu jari dan telunjuk putus akibat tebasan golok. Melihat kejadian itu, Nadi berusaha melerai, namun justru ia juga menjadi sasaran berikutnya. “Golok Duwo mengarah ke paha Nadi, tapi mengenai HP yang ada di saku depannya, ujar Camelia.

Sementara itu, Aep yang juga mencoba menghentikan pertikaian ikut dibacok hingga luka parah di bagian tangan dan wajah. Melihat Medi sudah bersimbah darah, Nadi berusaha menyeretnya ke tempat gelap untuk mencari pertolongan.

Namun sebelum sempat pergi jauh, ia terjatuh dan terus dikejar oleh DUWO. “Saat itu Medi sempat berteriak ‘awas Nad!’, dan teriakan itu justru membuat DUWO mengetahui tempat persembunyian Medi. DUWO langsung mendatangi Medi dan membacoknya kembali hingga terkapar tak berdaya,”

Akibat serangan brutal tersebut, Aang Humaedi (Medi) meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara Nadi Hidayat dan Aep Saepullah mengalami luka serius dan sudah menjalani perawatan medis.

Raynaldo selalu kuasa hukum keluarga korban berharap agar penyidik Polres Pandeglang dapat mengembangkan penyelidikan, karena ada otak dibalik pertikaian yang menyebabkan korban jiwa bernama Aang Humaedi alis Medi, ujarnya.

Ada beberapa pihak yang harus dimintai keterangan, diantaranya pemilik mobil merah yang menjemput Duwo usai melakukan penganiayaan kepada para korban, Senin, 27 Oktober 2025 sekitar pukul 00.30 wib dijalan desa Cikalong, Kp.Desa Ranca Sadang, Desa Cikalong, kecamatan Cibitung, Kabupaten Pandeglang yang patut dicurigai sebagai otaknya, kata Raynaldo.

Akibat serangan brutal Duwo, menyebabkan Aang Humaedi (Medi) meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara Nadi Hidayat dan Aep Saepullah mengalami luka serius dan sudah mendapatkan perawatan medis.

.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *