• Sun. Nov 8th, 2026

www.jakarta-tv. com

KONFERDA GERAKAN PEMBUMIAN PANCASILA JAWA TENGAH TAHUN 2026 ANGKAT TEMA IMPLEMENTASI NILAI-NILAI PANCASILA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI DI MASYARAKAT

Byadmin

Nov 8, 2026

Semarang, Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Pembumian Pancasila (DPD GPP) Jawa Tengah menyelenggarakan Konferensi Daerah (KONFERDA) pertama pada Minggu, 8 November 2026. Kegiatan yang mengangkat tema “Implementasi Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari di Masyarakat” ini menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman, penghayatan, serta aktualisasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus organisasi, tokoh masyarakat, serta perwakilan berbagai unsur pemerintahan dan lembaga.

Ketua Panitia, Dr. Drs. Hono Sejati, S.H., M.Hum, dalam sambutannya menyampaikan bahwa terselenggaranya kegiatan ini merupakan hasil dukungan dan kerja sama antara Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GPP dengan jajaran pengurus DPD Jawa Tengah.

Ia menilai bahwa pembumian Pancasila di wilayah Jawa Tengah telah menunjukkan perkembangan positif, terutama melalui penyelesaian berbagai persoalan dengan mengedepankan musyawarah. Namun, menurutnya, persoalan kesenjangan dan keadilan masih menjadi tantangan yang perlu mendapatkan perhatian bersama.

Oleh karena itu, pendekatan Pancasila perlu terus dikaji dan diterapkan dengan mempertimbang kan aspek hukum, sosial, serta kemanfaatan, kepastian, dan keadilan. Ia juga menegaskan bahwa hukum sejatinya harus berpihak kepada masyarakat dan kearifan lokal sebagai bagian dari nilai-nilai Pancasila perlu terus diperjuangkan

Selanjutnya Ketua DPD GPP Jawa Tengah Tri Iswanti menegaskan komitmen untuk terus membangun dan memperkuat organisasi melalui pembentukan kepengurusan kabupaten/kota se-Jawa Tengah. Ia berharap pelaksanaan konferensi daerah dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan kepemimpinan yang mampu membawa organisasi semakin berkembang serta menjalankan visi dan misi Gerakan Pembumian Pancasila secara berkelanjutan.

Dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Pembumian Pancasila, Dr. Antonius Manurung, M.Si. menegaskan bahwa tema konferensi daerah sangat relevan dengan kondisi kebangsaan saat ini.

Ia mengingatkan bahwa nilai-nilai Pancasila sebagaimana telah dirumuskan oleh Bung Karno masih menghadapi tantangan dalam implementasinya. Menurutnya, semangat sosio-nasionalisme, sosio-demokrasi, dan sosio- ketuhanan dan kebudayaan harus menjadi landasan dalam membangun kehidupan berbangsa.

Ia juga menyoroti pentingnya Nasionalisme politik dalam membangun demokrasi ekonomi, membangun demokrasi politik dalam ekonomi. serta perlunya menjaga konstitusi dan memastikan kekayaan nasional dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat.

Dalam konteks kearifan lokal Jawa Tengah, ia mengangkat tiga filosofi, yakni yang pertama ayuni bawanan sebagai upaya menjaga keseimbangan hubungan dengan sesama, Tuhan, dan alam semesta , kemudian yang melakongi / lakoni sebagai bentuk merawat dan komitmen dalam menjalankan tugas, dan bertanggungjawab. serta Jateng Gayeng yang mencerminkan karakter tangguh dan kuat. Ketiganya dinilai selaras dengan semangat pembumian Pancasila.

Memasuki sesi diskusi kebangsaan yang dimoderatori oleh dr. Agung Sudarmanto, M.M. , dengan membahas sejauh mana nilai-nilai Pancasila telah diimplementasikan dalam kehidupan masyarakat. Ia menekankan bahwa nilai-nilai Pancasila belum sepenuhnya terwujud dalam praktik kehidupan sehari-hari.

Bahkan, pemaknaan terhadap sila Ketuhanan harus seiring dengan penguatan sosio-nasionalisme dan sosio-demokrasi agar Pancasila dapat dipahami sebagai satu kesatuan nilai yang utuh.

Kemudian Sekretaris Jenderal DPP GPP, Dr. Gunawan Djayaputra, S.H., S.S., M.H. selaku Narasumber Utama dalam pemaparannya menjelaskan bahwa Pancasila menekankan nilai-nilai tentang kebaikan, kepedulian, dan tanggung jawab terhadap sesama. Ia mengajak seluruh peserta untuk memulai implementasi Pancasila dari diri sendiri sebelum menerapkannya kepada orang lain.

Lebih jauh Dr ilmu hukum untar ini menguraikan nilai-nilai yang perlu dibangun melalui kepedulian, apresiasi terhadap sesama, sikap menerima dan menghargai perbedaan, sikap cerdas dalam menangkal radikalisme, neo -kapitalisme neo- liberalisme di Indonesia serta tanggung jawab dalam menjalankan amanat penderitaan rakyat. Selain itu, ia menekankan pentingnya kesungguhan, keikhlasan, loyalitas, dan aktualisasi nilai Pancasila melalui perilaku sehari-hari, termasuk semangat gotong royong. Menurutnya, inti perjuangan tersebut berkaitan erat dengan Marhaenisme dan Trisakti.

Sementara itu, dalam pemaparan berikutnya Ketua DPP KBM Jawa Tengah, oleh Dr. Adi Khuntoro, M.Kes., ARS. menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia, khususnya kelompok masyarakat Marhaen. Ia menyampaikan bahwa kualitas harus menjadi prioritas sebelum kuantitas, karena bangsa yang kuat membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan, ketahanan, pengalaman, serta daya saing. Menurutnya, kesenjangan ekonomi, rendahnya akses pendidikan, dan terbatas kesempatan bagi kelompok masyarakat kecil masih menjadi persoalan yang harus diselesaikan.

Oleh karena itu, Marhaenisme harus diwujudkan melalui peningkatan kualitas masyarakat dan pemberian perhatian terhadap kelompok yang selama ini masih menghadapi keterbatasan. Ia juga mengingatkan bahwa Pancasila harus terus dijaga dan dirawat agar mampu menjadi kekuatan pemersatu bangsa di tengah berbagai perbedaan dan tantangan.

Dalam pemaparan selanjutnya, disampaikan oleh Dewan Penasihat DPP KBM Jawa Tengah, Drs. St. Sukirno, M.Si. menyampaikan pandangan mengenai pentingnya memahami kesenjangan antara das sollen yaitu apa yang seharusnya dan das sein yaitu kenyataan yang terjadi.

Menurutnya, persoalan bangsa tidak akan dapat diselesaikan apabila masyarakat tidak terlebih dahulu memahami dan mengidentifikasi masalah yang sesungguhnya. Ia menekankan bahwa pengetahuan dan proses belajar harus lebih diutamakan daripada sekadar mengejar gelar. Selain itu, setiap individu perlu melakukan introspeksi dan memperbaiki diri tanpa selalu menyalahkan pihak lain. Upaya membumikan Pancasila, menurutnya, harus dimulai dengan kesadaran pribadi untuk memperbaiki hal-hal yang belum berjalan sebagaimana mestinya, sehingga nilai-nilai tersebut dapat menjadi contoh dan memengaruhi lingkungan masyarakat.

Pada akhir kegiatan, pada hasil sidang pleno, Tri Iswanti kembali terpilih sebagai Ketua DPD GPP Jawa Tengah untuk periode kepengurusan lima tahun mendatang. Ia menyampaikan bahwa kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dalam melanjutkan perjuangan Gerakan Pembumian Pancasila di Jawa Tengah.

Konferensi Daerah tersebut secara resmi ditutup oleh Dr. Antonius Manurung, M.Si., selaku Ketua Umum DPP GPP Melalui kegiatan ini, diharapkan DPD GPP Jawa Tengah semakin memperkuat konsolidasi organisasi, memperluas gerakan pembumian Pancasila hingga tingkat daerah, serta mendorong implementasi nilai-nilai Pancasila secara nyata dalam kehidupan masyarakat. Pancasila tidak cukup hanya dipahami dan diucapkan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan, konkrit dalam membela Dan memperjuangkan kepentingan kaum Marhaen di Indonesia, khususnya di Jawa Tengah.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *