• Sat. Sep 26th, 2026

www.jakarta-tv. com

Ketum Partai Ummat: Jabatan adalah Amanah, Kepengurusan Baru Harus Bawa Semangat dan Budaya Baru

Byadmin

Sep 26, 2026

JAKARTA — Ketua Umum Partai Ummat ustad Sambo menegaskan bahwa jabatan dalam organisasi politik merupakan amanah dan tanggung jawab, bukan kehormatan pribadi. Hal itu disampaikannya dalam sambutan pada acara pengukuhan Pengurus Pusat Partai Ummat yang digelar di Grand Cafe, Jakarta Pusat, Sabtu (26/9/2026).

Dalam pidatonya yang mengangkat tema “Kepengurusan Baru, Semangat Baru dan Budaya Baru”, Ketua Umum Partai Ummat mengajak seluruh jajaran pengurus dan kader menjadikan pergantian kepengurusan sebagai momentum penyegaran sekaligus melanjutkan perjuangan partai.

“Jabatan adalah amanah, jabatan adalah tanggung jawab, jabatan bukan kehormatan pribadi,” tegasnya di hadapan para pengurus, kader, simpatisan dan undangan.

Ia menekankan bahwa kepengurusan baru tidak dimaksudkan untuk memutus perjalanan organisasi yang telah dibangun sebelumnya. Menurutnya, kontribusi pengurus terdahulu harus tetap dihargai dan dilanjutkan.

Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan penghargaan kepada Ketua Umum Partai Ummat sebelumnya, Ridho Rahmadi, serta Sekretaris Jenderal sebelumnya, Taufik Hidayat, atas kontribusi mereka dalam perjalanan partai.
“Yang baik kita lanjutkan, yang kurang kita perbaiki, yang belum ada kita bangun bersama,” ujarnya.

Dorong Perubahan Budaya Organisasi
Ketua Umum Partai Ummat Ustad Sambo mengatakan, perubahan kepengurusan tidak boleh hanya dimaknai sebagai pergantian nama dan susunan organisasi. Menurutnya, perubahan tersebut harus diikuti perubahan cara berpikir, cara bekerja dan cara memperjuangkan tujuan organisasi.

Ia mengajak kader meninggalkan budaya mencari jabatan menuju budaya pengabdian, baik di lingkungan partai maupun ketika menjalankan tugas pemerintahan.

Selain itu, ia mendorong partai untuk membangun kekuatan yang tidak bergantung kepada figur tertentu, melainkan bertumpu pada nilai, sistem dan kerja bersama.

“Dari budaya mencari jabatan menuju budaya pengabdian. Dari budaya yang tergantung kepada tokoh menjadi berdaya membangun kekuatan nilai dan sistem,” katanya.

Ia juga menyerukan agar budaya saling menyalahkan diganti dengan budaya saling memperbaiki serta memperkuat kerja sama antarpengurus.

Lawan Kezaliman, Tegakkan Keadilan
Dalam pidatonya, Ketua Umum Partai Ummat ustad Sambo kembali menegaskan nilai perjuangan yang selama ini menjadi bagian dari identitas politik partai, yakni “lawan kezaliman, tegakkan keadilan.”

Namun, menurutnya, prinsip tersebut tidak hanya ditujukan kepada pihak di luar partai. Nilai yang sama harus diterapkan di lingkungan internal organisasi.

“Tidak boleh ada kezaliman di dalam partai, kita antar-pengurus pusat, antara pusat dan wilayah sampai ke DPD,” tegasnya.
Ia mengatakan, sebelum menyerukan keadilan di tengah masyarakat dan kehidupan berbangsa, kader Partai Ummat harus terlebih dahulu memastikan nilai keadilan diterapkan dalam kehidupan internal partai.

Lima Modal Batin Kader
Ketua Umum Partai Ummat juga memperkenalkan apa yang disebutnya sebagai lima modal batin atau “power” bagi para kader dalam menjalankan perjuangan politik.
Lima modal tersebut adalah ikhlas, ibadah yang terjaga, sabar dalam perjuangan, taat kepada Allah dan Rasul-Nya serta yakin dalam perjuangan.
Menurutnya, kelima nilai tersebut diperlukan agar kader memiliki ketahanan dalam menjalankan perjuangan politik dan organisasi.
Ia mengingatkan bahwa perjuangan politik tidak hanya membutuhkan kemampuan organisatoris, tetapi juga konsistensi nilai dan keteguhan pribadi.
“Dengan keikhlasan, ibadah yang terjaga, kesabaran, ketaatan dan keyakinan kita, mudah-mudahan Allah mengabulkan doa-doa kita,” ujarnya.

Musyawarah, Bekerja dan Belajar
Lebih lanjut, ia menyerukan tiga budaya yang harus dikembangkan dalam kepengurusan baru, yakni budaya musyawarah, budaya bekerja dan budaya belajar.
Menurutnya, musyawarah harus menjadi bagian penting dalam mengambil keputusan organisasi. Setelah keputusan ditetapkan, seluruh jajaran harus bekerja untuk melaksanakan hasil musyawarah tersebut.
“Setelah bermusyawarah kita tetapkan hasilnya, maka kita bekerja,” katanya.

Selain bekerja, ia juga mengingatkan kader agar tidak berhenti belajar. Partai, menurutnya, harus menjadi ruang pembelajaran politik dan kepemimpinan bagi para kader.
Ia menyebut telah menulis sejumlah buku yang berkaitan dengan perjalanan dan pengalaman politik sebagai bagian dari upaya berbagi pengetahuan kepada kader.

Hargai Pendiri dan Para Pendahulu

Dalam sambutannya, Ketua Umum Partai Ummat ustad Sambo juga menyampaikan penghormatan kepada para pendiri dan pendahulu partai, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia.
Ia mengajak seluruh peserta mendoakan para pendiri dan kader yang telah wafat agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Majelis Syuro, jajaran pengurus pusat dan daerah, kader, anggota, simpatisan serta berbagai pihak yang selama ini memberikan dukungan kepada Partai Ummat.

Ia turut mengapresiasi kehadiran awak media yang selama ini membantu menyampaikan informasi mengenai kegiatan dan program Partai Ummat kepada masyarakat.

Acara pengukuhan tersebut menjadi momentum bagi kepengurusan baru Partai Ummat untuk melanjutkan perjalanan organisasi dengan penekanan pada pengabdian, musyawarah, kerja bersama, pembelajaran politik serta penerapan nilai keadilan di lingkungan internal maupun dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *