• Thu. Sep 24th, 2026

www.jakarta-tv. com

Aktivis Sulut di Jakarta Bahas Situasi Politik dan Dukungan terhadap Pemerintahan Prabowo

Byadmin

Sep 24, 2026

JAKARTA — Sejumlah tokoh relawan Prabowo Subianto, terdiri dari perkumpulan malesung Banyumas, PA GMNI, Gerakan Pusat Kebaktian Rakyat Indonesia Sulawesi (GP KRIS ) menggelar silaturahmi di salah satu tempat yang berada di Jakarta Pusat, Rabu (23/9/2026).

Pertemuan tersebut membahas perkembangan situasi politik nasional serta kondisi sosial dan kebangsaan.

Silaturahmi dihadiri Ketua Umum Malesung Banyumas, Rendy Wolayan, bersama Nehemia Lawalata, Wellem Aer, Bobby Runturambi, Jopie Mandang, Presidium GP KRIS Lemens Kodongan.

Dalam pertemuan yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan tersebut, para peserta bertukar pandangan mengenai dinamika politik nasional dan pentingnya menjaga stabilitas serta persatuan bangsa.

Salah satu poin yang mengemuka adalah dukungan terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai telah memperoleh mandat melalui proses demokrasi.

Para peserta juga menekankan pentingnya menjaga komunikasi dan silaturahmi antarelemen masyarakat dalam menyikapi perkembangan politik nasional.

Menurut mereka, perbedaan pandangan politik perlu ditempatkan dalam kerangka demokrasi dan kepentingan bangsa.

Rendy Wolayan dalam percakapan yang berlangsung pada pertemuan tersebut turut menyampaikan profil dan rekam jejak Nehemia Lawalata.

Berdasarkan informasi yang disampaikan dalam percakapan itu, Lawalata disebut sebagai aktivis, pengamat politik, dan tokoh organisasi yang pernah aktif dalam sejumlah forum politik serta lembaga kajian publik.

Pandangan Lawalata juga disebut pernah memiliki hubungan kerja dengan ekonom senior Prof. Soemitro Djojohadikusumo dalam urusan politik dan ekonomi pada periode 1990–2001.

Selain itu, ia disebut pernah terlibat dalam Founding Fathers House (FFH) dan tercatat dalam kepengurusan Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI).

Silaturahmi tersebut tidak hanya menjadi forum bertukar pandangan mengenai politik nasional, tetapi juga menjadi momentum mempererat hubungan antaktivis dan tokoh asal Sulawesi Utara yang berada di Jakarta.

Para peserta berharap komunikasi dan konsolidasi kebangsaan dapat terus dilakukan dengan mengedepankan persatuan, demokrasi, serta kontribusi positif terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pertemuan tersebut rencananya akan dilanjutkan kembali minggu depan dengan mengundang sejumlah tokoh pergerakan asal Sulut untuk menyamakan tekad dalam mengawal pemerintahan dan mencegah adanya perpecahan.

Para tokoh ini sepakat bahwa hasil Keputusan pembahasan menolak intervensi asing, berita hoax mengenai presiden Prabowo, menolak berita media asing yang nota bene merendahkan harkat dan martabat bangsa indonesia.
(Redaksi)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *