• Thu. Sep 17th, 2026

www.jakarta-tv. com

Terobosan Pengobatan Kanker Hati ,SIRT Y-90 Tunjukkan Hasil Mengembirakan di Mandaya

Byadmin

Sep 17, 2026

JAKARTA — Harapan baru bagi pasien kanker hati hadir melalui perkembangan terapi Selective Internal Radiation Therapy (SIRT) Y-90 yang kini tersedia di Indonesia. Terapi berbasis radiasi internal tersebut telah menunjukkan perkembangan positif pada sejumlah pasien yang menjalani pengobatan di RS Mandaya Royal Puri.

Sejak resmi hadir di Indonesia melalui RS Mandaya Royal Puri pada Mei 2026, sedikitnya lima pasien kanker hati telah menjalani terapi SIRT Y-90. Dari pasien yang telah menjalani evaluasi pascatindakan, rumah sakit melaporkan adanya perkembangan yang menggembirakan.

Dua pasien di antaranya telah memperoleh hasil evaluasi. Pada salah satu pasien, pemeriksaan terbaru menunjukkan penurunan area tumor yang mengalami enhancement, yang menjadi indikasi berkurangnya aliran darah menuju tumor dan menurunnya aktivitas jaringan tumor.

Tidak hanya aktivitas tumor yang berkurang, ukuran massa tumor pasien tersebut juga dilaporkan mengalami penyusutan cukup signifikan, dari sebelumnya 8,8 x 10,4 sentimeter menjadi 6,8 x 6,7 sentimeter.

Perubahan tersebut juga disertai perbaikan kondisi klinis. Keluhan yang sebelumnya dirasakan pasien dilaporkan semakin mereda setelah menjalani terapi.

Sementara pada pasien lainnya, hasil pencitraan menunjukkan lesi di hati sudah tidak lagi memperlihatkan tanda-tanda sel tumor yang aktif atau disebut non-viable tumor. Kondisi tersebut menunjukkan jaringan tumor sudah tidak aktif sehingga tidak lagi memiliki kemampuan untuk tumbuh, membelah diri, ataupun menyebar.

SIRT Y-90, Radiasi Langsung ke Area Tumor
Public Relations Manager Mandaya Hospital Group, Erwin Suyanto, mengatakan perkembangan tersebut menjadi salah satu gambaran manfaat terapi SIRT Y-90 bagi pasien kanker hati di Indonesia.

“Melihat perkembangan pasien yang sudah menjalani SIRT Y-90 di RS Mandaya Royal Puri, kami semakin yakin bahwa terapi ini mampu memberikan harapan baru bagi pasien kanker hati di Indonesia,” ujar Erwin.

Menurut dia, perkembangan pasien terlihat dalam berbagai bentuk, mulai dari ukuran tumor yang mengecil hingga berkurangnya gejala yang dirasakan.

“Kehadiran terapi Y-90 juga menjadi bagian dari inovasi dalam pengobatan kanker hati, khususnya bagi pasien yang membutuhkan pilihan terapi yang lebih terarah dan memiliki kondisi yang tidak mudah ditangani dengan operasi,” katanya.

SIRT Y-90 merupakan terapi kanker hati yang menggunakan Yttrium-90, yakni partikel radioaktif yang dialirkan langsung menuju area tumor melalui pembuluh darah.

Prosedurnya dilakukan secara minimal invasif. Kateter dimasukkan melalui pembuluh darah di area paha untuk kemudian diarahkan menuju pembuluh darah yang memasok tumor di hati.
Setelah mencapai lokasi sasaran, partikel Y-90 memberikan radiasi pada jarak yang sangat dekat dengan jaringan tumor.

Dengan mekanisme tersebut, terapi diarahkan untuk menghancurkan sel kanker dengan paparan radiasi lokal.
Bisa Menjadi Jembatan Menuju Operasi atau Transplantasi
Salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam penggunaan SIRT Y-90 adalah potensinya untuk digunakan pada pasien kanker hati yang sulit menjalani operasi.

Terapi ini dapat digunakan pada kanker hati primer maupun kanker yang telah menyebar atau metastasis ke hati. SIRT Y-90 juga dapat menjadi salah satu pilihan pada tumor yang sulit ditangani melalui operasi, termasuk karena lokasinya berdekatan dengan pembuluh darah besar.

Dalam materi yang disampaikan Mandaya, terapi Y-90 disebut dapat membantu mengecilkan ukuran tumor. Pada kondisi tertentu, penyusutan tersebut berpotensi membuka peluang bagi pasien untuk menjalani tindakan lanjutan seperti operasi atau transplantasi hati.

Erwin menjelaskan, sebagian besar pasien yang mendapatkan terapi Y-90 merupakan pasien kanker hati stadium lanjut yang sebelumnya tidak memungkinkan untuk menjalani operasi.

“Dengan adanya terapi ini, setelah tumornya mengecil dan jaringan hati yang sehat membesar, hal tersebut memberikan peluang untuk memotong dan mengangkat keseluruhan tumor di hati sehingga disisakan hati yang sehat,” jelasnya.

Menurut dia, kondisi tersebut memberikan harapan agar pasien yang sebelumnya tidak memiliki pilihan operasi dapat kembali dipertimbangkan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

“Ini sebuah lompatan dalam dunia medis yang sangat menggembirakan, dari yang tadinya tidak memiliki harapan menjadi mungkin seorang pasien kanker hati stadium lanjut mungkin disembuhkan,” ujar Erwin.

Namun, peluang untuk menjalani operasi maupun transplantasi tetap bergantung pada kondisi masing-masing pasien dan penilaian tim medis.

Minim Invasif dan Sesi Tindakan Relatif Sedikit
Selain menargetkan tumor secara langsung, SIRT Y-90 memiliki karakteristik sebagai prosedur minimal invasif.

Jumlah sesi tindakan yang dibutuhkan relatif sedikit, umumnya sekitar satu hingga dua kali tindakan, tergantung kondisi dan kebutuhan pasien.

Karena radiasi diberikan langsung ke area tumor melalui pembuluh darah, terapi ini dirancang agar paparan radiasi lebih terfokus pada jaringan sasaran.

Prosedur yang minimal invasif juga membuat masa pemulihan pasien pada umumnya lebih singkat dibandingkan tindakan operasi besar, meski kondisi dan waktu pemulihan setiap pasien dapat berbeda.
Materi Mandaya juga menyebut adanya efek imunomodulasi yang dikaitkan dengan terapi Y-90.

Klaim tersebut merupakan bagian dari penjelasan rumah sakit mengenai manfaat terapi dan tetap perlu dipahami sesuai indikasi serta evaluasi medis masing-masing pasien.

Didukung Teknologi Pengobatan Kanker Hati
Pengembangan layanan kanker hati di RS Mandaya Royal Puri tidak hanya mencakup terapi SIRT Y-90.

Rumah sakit tersebut menyatakan memiliki ekosistem penanganan kanker hati yang mencakup diagnosis hingga berbagai pilihan pengobatan.

Salah satu teknologi yang tersedia adalah robot Da Vinci Xi untuk membantu operasi reseksi hati dengan sayatan minimal dan tingkat presisi yang lebih tinggi.
Mandaya juga menyatakan telah mengantongi lisensi transplantasi hati apabila tindakan tersebut diperlukan setelah pasien menjalani terapi Y-90.

Dengan demikian, SIRT Y-90 dapat ditempatkan sebagai bagian dari rangkaian penanganan pasien kanker hati, baik sebagai terapi utama maupun sebagai salah satu tahapan untuk membuka kemungkinan terapi lanjutan.

Ditangani Tim Multidisiplin
Tindakan SIRT Y-90 di RS Mandaya Royal Puri dilakukan oleh dr. Sugianto Santoso, Sp.Rad (KRI), dokter spesialis radiologi intervensi, bersama dukungan tim dokter spesialis kedokteran nuklir RS Mandaya Royal Puri yang menyiapkan partikel Yttrium-90.

Keterlibatan berbagai disiplin medis menjadi penting karena penentuan terapi kanker hati tidak hanya mempertimbangkan ukuran tumor, tetapi juga lokasi tumor, kondisi fungsi hati, penyebaran penyakit, kondisi umum pasien, serta kemungkinan dilakukan tindakan lanjutan.
Hingga saat ini, lima pasien telah mendapatkan terapi SIRT Y-90 di RS Mandaya Royal Puri dan perkembangan pasien terus dipantau melalui pemeriksaan lanjutan.

Bagi dunia kesehatan Indonesia, kehadiran terapi tersebut menambah pilihan penanganan bagi pasien kanker hati, khususnya mereka yang membutuhkan terapi lokal dan pasien dengan kondisi yang tidak mudah ditangani melalui operasi konvensional.

Mandaya berharap semakin banyak pasien kanker hati yang dapat memperoleh akses terhadap teknologi pengobatan modern dan minimal invasif, sekaligus mendapatkan peluang penanganan yang lebih sesuai dengan kondisi penyakit masing-masing.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *