• Tue. Aug 11th, 2026

www.jakarta-tv. com

Ketua MUI DKI Jakarta Kukuhkan Pengurus MUI Kota dan Kabupaten Masa Khidmat 2025–2030, Tekankan Khidmat dan Kepentingan Umat

Byadmin

Aug 11, 2026

JAKARTA — Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi DKI Jakarta KH Muhammad Faiz mengukuhkan jajaran pengurus MUI tingkat kota administrasi dan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu untuk masa khidmat 2025–2030. Pengukuhan tersebut dihadiri jajaran pimpinan MUI DKI Jakarta, para ulama dan habaib, pejabat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, unsur TNI, serta para pengurus MUI dari tingkat kota dan kabupaten administrasi.

Dalam prosesi pengukuhan, para pengurus MUI mengucapkan ikrar untuk menjunjung tinggi dan melaksanakan ajaran Islam serta berpegang teguh pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Para pengurus juga menegaskan komitmen untuk mendahulukan kepentingan organisasi dan umat di atas kepentingan pribadi.

“Siap sebagai pengurus Majelis Ulama Indonesia, kota dan kabupaten DKI Jakarta berkhidmat melayani umat,” demikian bagian dari ikrar yang disampaikan dalam prosesi pengukuhan.

Dalam sambutannya, KH Muh. Faiz menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang telah memberikan ruang bagi MUI dan para ulama untuk berkontribusi dalam kehidupan keagamaan serta pembangunan Jakarta.

Ia menilai pembangunan Jakarta tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga harus memperhatikan pembangunan karakter dan kehidupan spiritual masyarakat.

“Jakarta ini tidak saja dibangun dengan gedung yang melekat, tetapi juga dengan nilai-nilai yang menjadi jiwa para ulama,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi perhatian Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terhadap kegiatan keagamaan, termasuk keterlibatan para ulama dan kegiatan yang mendorong masyarakat semakin dekat dengan Al-Qur’an.

Menurutnya, kehidupan keagamaan di Jakarta dapat berjalan dengan baik apabila pemerintah memberikan ruang yang luas kepada seluruh organisasi kemasyarakatan dan organisasi keagamaan untuk berkontribusi.

“Semua ormas keagamaan memang saya membuka ruang seluas-luasnya untuk menggunakan Balai Kota sebagai tempat untuk acara-acara tersebut,” kata dia.

Fokus pada Pendidikan dan Kaderisasi Ulama
Dalam kesempatan tersebut, pimpinan MUI juga mengungkapkan sejumlah agenda yang ingin dikembangkan selama masa kepengurusan 2025–2030. Salah satu fokus yang disoroti adalah penguatan pendidikan dan kaderisasi ulama.

Program Pendidikan Kader Muda serta pendidikan dasar ulama disebut menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi penerus yang memiliki kapasitas keilmuan sekaligus memahami persoalan umat dan bangsa.

Selain itu, dibahas pula pengembangan pendidikan yang diarahkan agar dapat menghasilkan lulusan dengan jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Menurutnya, penguatan pendidikan ulama merupakan bagian penting dalam menjaga keberlanjutan peran MUI di tengah perubahan sosial dan perkembangan Jakarta.

Ia berharap berbagai program tersebut dapat terus dikembangkan melalui kerja sama dengan perguruan tinggi, pesantren, organisasi kemasyarakatan Islam, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Jakarta 500 Tahun, Momentum Memperkuat Nilai Keagamaan
Sementara itu, dalam sambutannya, Gubernur DKI Jakarta menyampaikan bahwa kehidupan keagamaan merupakan bagian penting dalam pembangunan Jakarta.

Ia mengatakan, berbagai gagasan yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat Jakarta banyak diperoleh dari masukan para ulama dan tokoh agama.

Memasuki usia Jakarta yang akan mencapai 500 tahun, pemerintah daerah juga menyiapkan berbagai kegiatan yang diharapkan dapat menjadi momentum memperkuat nilai kebersamaan, spiritualitas, dan kepedulian sosial masyarakat.

Salah satu gagasan yang disampaikan adalah pembagian Al-Qur’an sebagai bagian dari rangkaian kegiatan memperingati perjalanan panjang Jakarta.

“Jakarta melewati 500 tahun penuh dengan doa,” ujar Gubernur.
Ia menegaskan bahwa pembangunan Jakarta harus dilakukan secara adil dan melibatkan seluruh unsur masyarakat, termasuk organisasi keagamaan.

Pengukuhan pengurus MUI tingkat kota dan kabupaten administrasi tersebut diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi antara ulama, pemerintah, organisasi kemasyarakatan, serta seluruh elemen masyarakat dalam membangun Jakarta.

Para pengurus MUI masa khidmat 2025–2030 diharapkan mampu menjalankan amanah organisasi dengan mengedepankan prinsip berkhidmat dan melayani umat, menjaga persatuan, serta menempatkan kepentingan umat dan organisasi di atas kepentingan pribadi.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *